fbpx

SMK TI BALI GLOBAL DENPASAR LAKSANAKAN PTM TERBATAS DENGAN PROKES KETAT

1

Denpasar – SMK TI Bali Global Denpasar resmi melakukan Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas yang dimulai pada hari Senin, 4 Oktober 2021 dengan menerapakan protokol Kesehatan (prokes) ketat atas ijin para orang tua siswa yang ditunjukkan melakui surat pernyataan oleh siswa-siswi yang hadir ke sekolah. Terlihat raut wajah gembira dari para siswa menyiratkan kerinduan terhadap suasana sekolah ketika memasuki lingkungan sekolah setelah selama 1,5 tahun lamanya para siswa melakukan pembelajaran dengan sistem daring (dalam jaringan).

Meskipun kegiatan PTM ini dilakukan secara terbatas oleh satuan pendidikan khususnya SMK TI Bali Global Denpasar, namun Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd merasa bersyukur akhirnya kegiatan PTM ini bisa terlaksana ditengah masa pandemi covid-19. Kegiatan PTM terbatas digelar dengan mengacu pada Intruksi Menteri  Dalam Negeri nomor 43 tahun 2021, tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level IV, level III, dan level II corona virus disease 2019 di wilayah Jawa Bali, serta dengan memperhatikan surat keputusan bersama 4 menteri dan surat edaran pemerintah Provinsi Bali. Persetujuan dari para orang tua siswa merupakan hal yang terpenting dalam proses berlangsungnya kegiatan PTM ini.

Siswa yang hadir ke sekolah setiap harinya dibatasi sebanyak 10 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang pada setiap kelasnya, sehingga jarak antar siswa bisa terjaga sesuai dengan prokes. Seluruh ruang kelas dan sudut-sudut sekolah disemprot dengan menggunakan disinfektan sebelum seluruh komponen sekolah memulai aktifitas dan ketika seluruh orang telah meninggalkan sekolah. Bahkan Kepala Lingkungan Banjar Kerta Sari, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, Ir. Ketut Sujilan melakukan pemantauan langsung pada saat kegiatan PTM terlaksana pada hari pertama di SMK TI Bali Global Denpasar.

Tidak hanya itu, sebelum memasuki ruangan, para siswa di screening terlebih dahulu dengan melakukan pengecekan suhu, mencuci tangan, dan menggunakan masker. Selain itu, para siswa dan guru juga diwajibkan menggunakan faceshield selama pembelajaran berlangsung. “Pada prinsipnya pelaksanaan PTM terbatas hari pertama ini berjalan sesuai ketentuan dan berjalan dengan baik. Anak-anak sangat gembira karena setelah hampir 2 tahun belajar secara daring dari rumah masing-masing,” ujar Bapak Kepala Sekolah ketika diwawancarai oleh pihak Bali Post (Senin,4/10).

Share Now !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on google
Share on email